RSS

RAHSIA DAN MANAFAAT DETIK-DETIK MALAM

04 Mar

qiamulailHasan Al-Banna Rahimahullah telah berkata mengenai rahsia agung detik-detik malam yang mahal. Perkataannya itu ditujukan kepada para da’i di jalan Allah. Kerana itu janganlah merendahkan nilai detik-detik malam dengan kelalaian.

Antara rahsia dan manfaat detik-detik malam ialah:


1. Dekat dengan Allah Subhanahuwata’ala.

Pada malam hari, seluruh ikatan duniawi terputus dari hati. Suasana malam yang senyap sunyi menimbulkan rasa tenang. Jika seorang mukmin mengulang-ulang kalimah Allah Ta’ala pada malam hari, ruhnya akan naik ke tempat tertinggi. Di aaat ini, akan banyak misteri ilahi terbuka untuknya, lalu ia merasa mudah mentadabbur Al-Qur’an dan memahami maknanya. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?

(Muhammad:24)

Ketika itulah kunci-kunci hati akan terbuka, hati menjadi bening dan ikhlas untuk Pencipta.

2. Orang mukmin akan terdidik dengan kesabaran.

Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

Jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (Iaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Rabbnya dan bahawa mereka akan kembali kepada-Nya.

(Al-Baqarah: 45-46)

Pada ayat di atas Allah Subhanahuwata’ala menggandingkan sabar dengan solat. Ini kerana solat adalah jalan yang paling efektif untuk memantapkan kesabaran. Betapa perlunya para da’i bersabar di jalan-Nya kerana jalan-Nya berat dan sulit. Hanya orang-orang yang ditarbiyah di Sekolah Malam sahaja yang mampu menempuh segala kesulitan dan penderitaan di jalan Allah Subhanahuwata’ala.

Orang mukmin sejati menghadapi segala kesulitan dan penderitaan dengan gagah dan mulia, untuk menuju salah satu dari dua tujuan iaitu kemenangan atau mati syahid.

3. Solat waktu malam akan lebih khusyu’, melahirkan perasaan rendah diri dan mengharapkan rahmat Allah semata-mata.

Dari ayat di atas (Al-Baqarah: 45-46) menunjukkan bahwa orang yang sabar akan menjalankan solat dengan khusyu’, rendah diri, dan mengharap rahmat Allah Subhanahuwata’ala.

Orang yang solat tapi tidak bersabar di dalamnya akan merasakan seperti memikul gunung. Maka ia terburu-buru ketika solatnya seperti ayam mematuk makanan di tanah. Terhalanglah dirinya untuk mendapatkan khusyu’ dan kelazatan solat. Maka, tidak hairanlah solat itu pada pandangannya hanyalah berupa gerakan-gerakan anggota zahir tanpa makna. Semoga Allah Subhanahuwata’ala melindung kita dari sedemikian.

4. Menumbuhkan roh ta’awun (kerjasama), amar ma’ruf dan nahi mungkar.

Jika seseorang yang beriman itu kerap membangunkan isteri, anak dan keluarganya untuk Qiyamullail, maka akan terbinalah akhlak yang baik dalam seluruh perkataan dan perbuatan keluarganya. Manfaat dari Qiyamullail akan dirasai semua pihak.

Orang beriman sedemikian akan cergas menyuruh kepada ma’ruf dan mencegah daripada mungkar di mana saja beliau berada atau singgah.

Dakwah yang pertama diperintahkan kepada Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam ialah dakwah kepada kaum kerabat.

5. Melindungi diri daripada kemurkaan Allah Subhanahuwata’ala.

Roh yang kuat menjadi penggerak bagi orang-orang beriman menta’ati perintah Allah Subhanahuwata’ala dan meninggalkan tegahan-Nya. Maka terhindarlah beliau daripada kemurkaan Allah Subhanahuwata’ala. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:


Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

(Ash-Shaf : 2-3)

6. Roh yang kuat akan memberi kesegaran kepada tubuh untuk berkerja di jalan Allah Subhanahuwata’ala. Inilah persediaan asas yang perlu dibina oleh setiap mukmin.

Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya, apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah nescaya akan dibalasi dengan secukupnya kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

(Al-Anfal :60)

Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam bersabda (yang bermaksud):

“Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah.”

(Riwayat Muslim, Ibnu Majah dan Iman Ahmad).

(Rujukan Silibus Tarbiah HALUAN: Risalah Iltizam Jilid 3)

 
Leave a comment

Posted by on March 4, 2009 in Tarbiyah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: