RSS

Taaruf: Tips Menghafal Nama Kenalan Baru

16 Dec

Al Marhum Abbas Assisi mengajukan lapan cara untuk menghafal nama kenalan baru dalam rangka persaudaraan kerana Allah:

1. Hendaklah kita tanamkan rasa ingin dan suka menghafal nama orang lain.

2. Ketika sedang berkenalan, hendaklah kita siap untuk menghafal namanya – secara lengkap atau sebagian saja— lalu mengingat-ingat dan memakainya pada saat itu juga tatkala bercakap-cakap.

3. Nama biasanya terdiri dari tiga bagian: namanya sendiri, nama orang tuanya, dan nama keluarganya. Nama yang paling disukai oleh pemiliknya adalah namanya sendiri atau kuniah-nya. (sebutan nama yang dikaitkan dengan anak laki-laki tertua, seperti Abu Khalid, Ummu Khalid, dan sebagainya). Jika Kita tambahkan pada nama itu nama keluarganya, itu akan lebih baik. Biasanya nama keluarga yang satu dengan yang lain tidak sama jadi sangat mudah untuk dihafal, seperti As-Siisi. Adapun nama-nama seperti Muhammad, Ali, Hasan, atau Sa’ad akan sangat banyak dijumpai, sehingga agak sulit menghafalnya.

4. Ketika berkenalan dengan nama yang baru, Kita harus mengingat orang-orang yang mempunyai nama yang sama – yang telah Kita kenal sebelumnya – agar mudah untuk menghafal.

5. Pada waktu berkenalan, Kita harus memperhatikan wajah dan keadaannya; apakah ia berjanggut, memakai kaca mata, bagaimana warna kulit, suara, bentuk tubuhnya, pekerjaannya, serta di mana dan bagaimana perkenalan itu berlangsung.

6. Untuk memantapkan ingatan, Kita bisa menulis nama-nama tersebut, dan setiap kali bertemu hendaklah Kita memanggil mereka dengan nama-nama tersebut. Jika tempat tinggalnya jauh, hendaklah Kita mengirim surat kepadanya, kerana ini mempunyai impak yang amat besar dalam mempererat hubungan kita dengan mereka. Surat menyurat itu sendiri merupakan sarana dalam pendidikan.

7. Ketika bertemu lagi, Kita harus mengingat-ingat pertemuan-pertemuan sebelumnya dan pertemuan yang pertama kali, kerana ini dapat membantu kita dalam mengingat namanya dengan cepat.

8. Berkenalan dengan seseorang merupakan pintu bagi kita untuk berkenalan dengan teman-temannya, hingga kita mempunyai data nama yang amat banyak. Kita pun harus berusaha agar nama-nama itu tetap melekat di kepala.

Rujukan:
Abbas As Sisi, Bagaimana Menyentuh Hati
 
Leave a comment

Posted by on December 16, 2010 in Artikel, Dakwah, Tarbiyah

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: