RSS

Aktivis Dakwah: Ramadhan Bulan Tarbiyah

07 Aug

Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan pendidikan)??

Ini kerana pada bulan ini umat Islam dididik langsung oleh Allah SWT dan diajarkan oleh-Nya supaya dapat mengatur waktu dalam kehidupan secara baik. Kehidupan mukmin menjadi teratur dan setiap detik waktunya berjalan dengan bermanfaat dan terisi dengan muatan amal, mulai dari sahur sehingga bertemu sahurnya kembali, tiada yang sia-sia.

Tarbiyah adalah jalan yang sangat penting bagi kehidupan muslim dan umat, kerana dengan tarbiyah akan lahir Syakhshiyah Islamiyah mutakamilah mutawazinah (keperibadian islami yang utuh dan seimbang) yang siap sedia berhadapan dengan tentangan zaman dengan segala permasalahan, ujian dan cubaannya.

Dalam kontek tarbiyah itu sendiri; untuk menghasilkan barisan pekerja Islam (amilin) yang memiliki Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (keperibadian islami yang utuh dan seimbang), maka manhaj tarbiyah harus mampu merealisasikan tujuan-tujuan berikut :

1. Memahami Islam sebagai manhaj atau pedoman hidup bagi manusia yang bersifat syumiliyah (universal), mutawazinah (seimbang), mutakamilah (integrasi), alamiyah (global), murunah (fleksibel) dan waqi’iyyah (realiti) serta robbaniyyah (bersumber dari Allah).

2. Memiliki komitmen pada Islam dalam semua aspeknya; sosial, politik, ekonomi, pendidikan dan lain-lainnya; sehingga semua nazhoriyah (teori) dapat teraplikasikan di dalam kehidupan yang nyata.

3. Memperhatikan situasi objektif masyarakat dalam hal aplikasi, komunikasi dan interaksi dengan prinsip-prinsip Islam. Semua itu harus disesuaikan dengan situasi, keadaan, waktu dan tempat. Samada dengan kaum muslimin atau dengan non muslim dan baik dalam ta’amul da’awi (interaksi da’wah) mahupun ta’amul siyasi (interaksi politik).

4. Memperhatikan tanggungjawab tarbiyah. Dalam rangka mencetak amilin da’wah dan generasi da’i yang mampu bergaul dengan masyarakat luar; mampu mempengaruhi, menguasai dan tidak menganggap mereka sebagai musuh walaupun perlakuan mereka keras, kasar dan menyakitkan. Sebab da’i sejati dan aktivis yang wibawa adalah mereka yang mampu merekrut orang-orang yang sulit direkrut. Di sini nampak adanya perbezaan daya tarik dan kemampuan di antara para aktivis untuk menguasai dan merekrut massa (masyarakat).

Dalam bulan Ramadhan, Allah SWT memberikan tarbiyah kepada kaum muslimin, agar tercetak peribadi yang soleh, meningkat keimanannya, berakhlak dan berpengetahuan yang lurus serta komitmen di jalan da’wah untuk menggapai redha Allah.

Istilah Ramadhan itu sendiri berasal dari kata ramadla-yarmudlu-ramadlan ertinya panas membakar. Panas membakar ini mungkin berasal dari sinar matahari. Orang Arab dahulu ketika memindahkan nama-nama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab, mereka menamakan bulan-bulan itu menurut masa yang dilaluinya. Kebetulan bulan Ramadhan masa itu sedang melalui musim panas akibat sengatan terik matahari apalagi bagi pejalan kaki di atas padang pasir pada masa itu.

Ramadhan bermakna panas membakar juga di dasarkan kerana perut orang-orang yang berpuasa tengah terbakar akibat menahan makan minum seharian. Panas membakar bulan Ramadhan dapat juga bererti kerana bulan Ramadhan memberikan energi untuk membakar dosa-dosa yang dilakukan manusia.

Pada bulan yang sangat istimewa ini, terdapat sekian banyak wahana yang dapat dimanfaatkan dalam rangka penggemblengan dan pemanasan diri itu. Dari yang wajib seperti puasa dan zakat fitrah hingga yang sunnah seperti i’tikaf, tadarus, tarawih, sedekah, dan sebagainya. Dari yang berbentuk fizikal seperti memberi makanan berbuka kepada fakir miskin hingga yang psikologikal seperti sabar, tawakal, amanah, jujur dan sebagainya.

Terlebih lagi bagi seorang da’i yang memiliki keprihatinan dalam aktiviti da’wah; sedar akan nilai-nilai Islam baik teori ataupun praktik, maka Ramadhan merupakan pusat tarbiyah as-syumuliyah dan mutamatsilah (pembinaan yang komprehensif dan terpadu), sehingga ketika melalui bulan ini sebelum terjun kelapangan memberikan perbaikan pada masyarakatnya, seorang da’i harus ditempa dirinya terlebih dahulu.

Ramadhan merupakan jalan-jalan kepada proses tarbiyah yang tersusun, ianya meliputi :

1. Ramadhan merupakan saranan Tarbiyah Ruhiyah (pembinaan spiritual)

Pada dasarnya setiap ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba-hamba-Nya, selain merupakan kewajiban dan alasan diciptakannya manusia dan makhluk lainnya; juga merupakan saranan untuk membersihkan diri manusia itu sendiri dari kotoran dan dosa yang melumuri jiwa, sehingga tidak ada satu ibadahpun yang lepas dari arah tersebut; solat misalnya merupakan saranan untuk mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. Zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya merupakan jalan untuk membersihkan diri dan hartanya dari kotoran yang terdapat dalam hartanya, seperti yang tersirat dalam surat At-Taubah (9) ayat 103 dan Al-Lail (92) ayat 18.

Selain itu dengan bulan ramadhan yang di dalamnya terdapat ibadah puasa, berfungsi sebagai jalan tazkiyatunnafs (perbersihan jiwa), dimana orang yang berpuasa selain menjaga diri untuk tidak makan dan minum, juga dituntut untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, dan melatih dirinya untuk menyempurnakan ibadahnya kepada Allah walau dalam keadaan lapar, bersikap jujur, menjaga diri dari ucapan kotor dan keji, sifat dengki dan hasad. Dan dalam ibadah puasa juga ada hikmah yang tinggi; memenangkan ruh ilahi atas pengaruh kebendaan dan akal atas nafsu angkara murka.

2. Ramadhan merupakan jalan tarbiyah jasadiyah (pembinaan jasmani)

Ibadah puasa merupakan ibadah yang tidak hanya menuntut pengendalian hawa nafsu tapi juga menuntutkan kekuatan fizik, kerananya puasa tidak diwajibkan bagi mereka yang kesihatannya tidak menetu, seperti orang tua yang telah renta, orang sakit, wanita yang sedang hamil tua atau menyusui serta orang yang sedang musafir (dalam perjalanan); yang mana kesemua itu memperoleh keringanan (rukhsah) bagi mereka; kerana ketidak mampuan, atau kerana kesihatan janin dan bayi dan menjaga kesihatan bagi orang yang sedang musafir. (Lihat surat al-baqarah ayat 184). Selain itu juga dengan puasa dari segi kesihatan akan membersihkan usus-usus, memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa endapan makanan, mengurangi kegemukan dan menenangkan kejiwaan dan pemikiran manusia.

Bersambung….

Susunan: MediaHALUAN Kelantan,

 
Leave a comment

Posted by on August 7, 2011 in Artikel, Motivasi, Ramadhan, Tarbiyah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: